Latar Belakang

Kementerian Ristek dan Dikti telah mengembangkan Program Pengembangan Teknologi Industri (PPTI) sebagai salah satu instrumen pendanaan riset dan pengembangan untuk meningkatkan relevansi dan produktivitas Penelitian dan Pengembangan (litbang) untuk memenuhi kebutuhan teknologi di industri. PPTI dibuat untuk mendorong agar hasil-hasil litbang dapat terimplementasi dan berdayaguna dalam sistem dan manajemen produksi.

Tingkat kesiapterapan teknologi (TKT) dari hasil litbang, dan kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan industri merupakan kata kunci (keywords) utama dari progam ini. Dengan program ini industri dalam negeri dapat berkolaborasi dengan lembaga penelitian dan pengembangan (lemlitbang) dalam negeri, baik lemlitbang dari luar industri maupun unit litbang internal industri itu sendiri.

Selain itu, program ini mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di Indonesia mengakselerasi proses hilirisasi hasil litbang ke industri, dan meningkatkan daya saing sektor industri. Peningkatan daya saing sektor industri, menjadi hal yang sangat penting dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Para pihak yang terlibat di dalam program ini perlu menjalin kolaborasi dalam bentuk forum ilmiah untuk meningkatkan interaksi dan kompetensi masing-masing pihak.

Seminar Nasional Teknologi Industri (SNTI) 2018 sebagai forum ilmiah diselenggarakan guna meningkatkan relevansi dan produktivitas penelitian dan pengembangan dalam memenuhi kebutuhan teknologi di Industri, dengan memberikan peluang yang lebih luas bagi hasil-hasil litbang dalam negeri yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut dalam rangka hilirisasi.